Jakarta, 29 Oktober 2009
Seharusnya ini adalah hari yang penting untuk kita berdua namun…
Pagi ini, ketika hujan masih mewarnai bumi, dan awan masih menyelimuti bumi… aku berjalan dalam rentang perjalanan yang terasa begitu panjang… suara disekelilingmu mengambil rupa suara hatiku…
Pagi ini, ketika akhirnya matahari mengintip di balik awan, menyirami bumi dan membuat gedung-gedung tinggi di kuningan saling menyapa melalui pantulan sinarnya yang terang…
… Pagi ini semua berjalan seperti biasa, hanya ketidakhadiran aku selama ini yang membuat moment-moment ini terasa begitu berbeda…
… mungkin ini adalah pagi yang khusus, ditengah hati yang perlahan-lahan mendingin …
… 30 hari sudah kulewati, dalam doa, tangisan dan syukur…
… kusadari ini bukanlah keputusan yang mudah yang harus kuambil …
… setelah melantunkan banyak doa, mendengarkan banyak masukan …
… setelah berjuang untuk menyakinkan untuk menemukan kedamaian di hati…
… setelah mendengarkan dunia berkata dan menyaksikan matinya asa di hati …
Maka selalu akan ada akhir dari sebuah cerita…
… mari kita pikirkan hal ini secara jernih…
… Ini yang aku lamunkan…
Tentang aku dan bukan tentang kita …
… rasa Cinta itu saja tidak cukup …
… tertutupi hatiku oleh perasaan bersalah …
… pernikahan bukanlah sesuatu hal yang mudah …
… pernikahan mempersatukan dua keluarga yang berbeda …
… dan hal inilah menjadi salah satu dasar penting yang aku pegang…
… setidaknya begitulah aku menyakinkannya …
… kuputuskan untuk tidak membawa engkau ke dalam mimpi-mimpiku…
… bukan karena aku tidak ingin memilikimu …
… hanya tidak semua dapat kita menangkan …
… satu hal yang kulempar jauh …
… dan itulah rasa egoku …
Tak kutanyakan lagi apakah kita mampu melaluinya …
… karena bukan hanya kita berdua yang akan mengalami pedih di hati …
… jika ada sesuatu yang harus disayangkan …
… maka sayangkanlah aku pernah mencintaimu …
Kuambil satu pilihan pahit dalam hidupku…
… yang pasti ini menyakiti engkau dan aku…
… pilihan ini bagaikan obat kanker yang menusuk tulang …
… disatu sisi dia membunuh banyak hal …
… disisi lain dia juga memberikan pengharapan …
Dan pengharapan inilah yang aku ambil
… biarkan ini mematikan perasaan kita …
… walaupun hati ini tak ingin …
… namun di sisi lain…
… biarlah hal ini membawa engkau dan aku…
… kepada pengharapan lain…
Untuk melihat dunia dengan mata yang berbeda
Untuk belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu
Untuk menatap masa depan dengan harapan yang baru
… Perih di hati …
Biarkanlah luka ini sembuh dengan berlalunya waktu…
Jangan kau lupakan aku…
Tapi jadikanlah aku pelajaran…
Tentang kebodohan orang yang tidak mau memperjuangkan cinta…
Terhadap orang-orang seperti aku, tidaklah layak ia mendapatkan cinta sejati sepertimu…
Tiada makan malam yang tidak akan berakhir…
Dan cerita ini pula akan menemukan akhir…
… Selamat jalan cinta …
… kuhanya bisa mencintaimu tanpa bisa memilikimu …
… dan doaku adalah agar engkau bisa melaluinya …
… hanya satu hal yang kutahu …
… cinta bisa mengambil begitu banyak rupa …
… tapi cinta sejati tidak akan pernah mati …
… ia hanya belajar menerima untuk mengambil bentuk lain dari mencintai …
… teruntuk untukmu, dalam tangisan dan air mata…
… TUHAN tolonglah kami masing-masing melangkah…
… amen…