Jakarta, 29 September 2008
“30 hari mencari Cinta” ini adalah judul yang aku pilih, sedikit plagiat dari sebuah film yang bergenre komedi romantis picisan. Namun kurang lebih inilah yang menggambarkan kisah pergumulan aku dalam menemukan kembali cinta yang hilang. Segalanya berawal dari sebuah “ketidakpedulian”, lalu melempar dadu lepas, mengharapkan dengan bergulirnya waktu dan langkah yang dipaksa membawa kepada peruntungan yang tak dapat diterka. Sudah, kusudahi kata-kata tak bertuan ini, bukan untuk diakhiri tapi supaya engkau dan saya beroleh jelas , kemana tulisan ini akan mengalir. Dan seperti air mengalir tak terlihat dari hilir demikian juga kisah ini dimulai tanpa tahu dimana akan berakhir. Hanya satu tanda yang kuminta dari sang Khalik, berikan “damai sejahtera” dalam setiap keputusan.
SocialVibe